Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Jun 20

Arti dan fungsi Meru di Bali

Wisatawan yang berkunjung ke Bali dan saat ikut tour hampir bisa dipastikan program perjalananya berkunjung ke Salah satu Pura seperti Uluwatu, Tanah lot, Besakih, Goalawah, Ulun Danu Bedugul,  Kehen, kahyangan tiga seperti pura Puseh, dalem dan Desa, juga di pura besar lainnya. Karena Bali terkenal dengan seribu pura, sepanjang perjalanan bisa kita lihat ada banyak pura dengan sebuah atau beberapa bangunan meru. Meru ini sebuah bangunan yang memiliki fungsi sebagai tempat suci bagi agama Hindu, kelihatan megah, agung, monumental dan disakralkan. Bangunan suci ini tentu memiliki arti dan fungsi, sehingga bentuk, tata letak dan ornamen harus mendapat perhatian. Bangunan meru dari segi arsitektur dan kekokohan kontruksinya sudah teruji tahan gempa, beberapa kali gempa besar di Bali, seperti yang pernah terjadi di seririt, Buleleng dan di Culik, Karangasem, bangunan meru tetap berdiri kokoh.

Tumpang MeruMeru, seperti dikutip dalam lontar Andha Bhunana memiliki arti atau simbolis dari Gunung Mahameru, dimana gunung tersebut sebagai lambang alam semesta yang mana gunung tersebut sebagai tempat berstana para dewata yang merupakan percikan suci dari pada Tuhan Yang Maha Esa (Ida sang Hyang Widi wasa). Disebutkan juga dalam lontar tersebut, meru sebagai perlambang akasa dan pertiwi/ purusa – pradhana (Ibu dan bapak), bergabungnya kekuatan ini sebagai kekuatan yang maha dahsyat,  yang menjadi sumber semua yang ada di Bumi, sehingga menjadi landasan tempat pemujaan para leluhur atau pitara.

Meru di BaliMeru memiliki atap bertingkat seperti gunung, biasanya menggunakan bahan dari ijuk, dengan tingkatan atap 1, 2, 3, 5, 7, 9, 11. Pada awalnya meru diperkenalkan oleh Mpu Kuturan dengan tingkat 1-3, dan berkembang sampai tumpang 11 saat kedatangan Dang Hyang Nirartha pada abad ke 14. Dalam sebuah kahyangan meru letaknya di halaman utama (jeroan). Meru tumpang solas (beratap 11) merupakan simbol dari aksara suci “sa, ba, ta, a, i, na, ma, si, wa, ya + om kara” sebagai perlambang Eka Dasa Dewata, dan satu-satunya meru bertumpang genap adalah 2 dengan simbol aksara suci “i dan ya” yang sebagai perlambang purusa dan pradana (Ibu dan Bapak)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>