Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Aug 04

Arya Kenceng

Arya Kenceng adalah seorang Ksatria dari Kerajaan Majapahit yang pernah jaya di jamannya, beliau berperan serta dalam ekspedisi penyerangan Bali bersama Mahapatih Gajah Mada sebagai panglima tertinggi pasukan dengan wakil panglima adalah Arya Damar yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Arya Kenceng, ekspedisi ini mengikut sertakan Arya Kanuruhan , Arya Belog, Arya Sentong, Arya Bleteng, Arya Pengalasan dan Adipati Takung. Dapat dijelaskan bahwa Arya Kenceng tak pernah ke klungkung, dan sesudah berdirinya kota Kelungkung yang semula bernama Smarapura, Arya Kenceng sudah lama wafat. Yang pernah ke Gelgel atau Klungkung adalah I Gusti Ngurah Tabanan, salah seorang keturunan Arya Kenceng.

Kalau diceritakan sejarah ataupun babad dari Arya Kenceng ini sangat panjang, sejarah leluhur Arya Kenceng di Jawa kurun waktunya cukup panjang dan diawali dengan berdirnya kerajaan Medang Kemulan di Jawa di bawah pimpinan Cri Paduka Maharaja Rahyang Manu, yang naik tahta pada tahun saka 530 (608 M). Cri Paduka Maharaja Rahyang Manu inilah menurunkan  raja-raja yang bertahta di Medang Kamulan, kemudian berubah menjadi Daha, dan pada tahun saka 960 (tahun 1042 M) pada masa pemerintah Cri Airlangga, kerajaan Daha dibagi menjadi dua, bernama Panjalu di Cri jayabhaya dan janggala dikuasai oleh Cri Jayasabha. Selanjutnya Panjalu berubah menjadi Kediri atau Daha dan Janggala menjadi Kahuripan atau Singhasari dan inilah sebagai cikal bakal kerajaan Majapahit yang berdiri pada tahun saka 1216 (1294 M).

Sedangkan Arya Kenceng salah seorang keturunan Cri Jayasabha, pada tahun saka 1265 sebagai salah sorang pemimpin pasukan Majapahit menyerang kerajaan Bali, dan setelah Bali berhasil ditundukkan Arya Kenceng oleh Majapahit, Kryan Mahapatih Gajah Mada di tahun 1265 mengangkat Arya Kenceng sebagai salah seorang Anglurah, berkedudukan di Pucangan, sekarang menjadi Desa Buahan, Kabupaten Tabanan.

Maka diketahui bahwa Arya Kenceng mengawali kedudukannya di Bali dan bertempat tinggal di Pucangan. Beliau inilah menurunkan Angulurah bandananagara (sekarang bernama Badung) bernama I Gusti Tegeh Kori, Raja Tabanan, puri di Kerambitan, raja-raja Badung, baik Pemecutan maupun Denpasar dan lain-lainnya. Sekarang keturunan Arya Kenceng akibat perbedaan fungsi seperti diatur di dalam hukum Catur Warna, keturunan mempergunakan sebutan atau gelar berbeda, namun mereka tetap nyungsung pura Kawitan yaitu di Bontingguh, Desa Buahan, Kabupaten Tabanan dan pura Pedarman di kompleks pura Besakih yang satu sama tanpa kecuali. Sebab disini bukan sebutan atau gelar yang berbeda itu dipersoalkan, melainkan lelintihan atau asal-usul dasar hukumnya, karena mereka bersumber satu yaitu Bhatara Kawitan dan dalam hal ini Bhatara Arya Kenceng.

Berbagai kisah-kisah unik dan menarik perjalanan Babad leluhur orang-orang Hindu, berbagai peninggalan berupa, prasasti ataupun bangunan bersejarah sebagai bukti perjalanan mereka di Bali masih kita temukan di berbagai tempat-tempat tersebut, bagi pecinta wisata sejarah yang sering mengunjungi peninggalan-peninggalan bersejarah, sedikit ulasan tersebut di atas mudah-mudahan bisa membantu dalam menentukan pilihan tour yang tersedia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>