Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Mar 28

Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan datangnya setiap 6 bulan sekali dalam kalender Bali (210 hari, 1 bulan= 35 hari) tepat 10 hari setelah perayaan Hari Raya Galungan, tepatnya di hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan. Penjor yang dipasang saat penampahan Galungan di depan rumah masih berdiri tegak sampai Buda (Rabu), Kliwon, Pahang (hari pegat Tuwakan) selama 42 hari dan saat itu berakhirnya rangkaian upacara Galungan dan Kuningan. Diyakini masyarakat Hindu bahwa saat Hari Raya Kuningan ini Ida Sang Hyang Widhi diiringi oleh para pitara turun ke dunia memberikan berkah bagi umat di dunia, dan pelaksanaan upacara ini hanya sampai setengah hari saja, karena setelah tersebut para Dewa, Batara dan para pengiring beliau telah kembali ke Sorga.

Hari Raya KuninganMakna perayaan Hari Raya Kuningan, memohon keselamatan, kesejahteraan dan kemakmuran begitu juga perlindungan dan tuntunan kepada Ida Sang Yang Widi Wasa yang turun ke dunia, persembahyangan mulai dari rumah masing-masing, bersama keluarga, kemudian dilanjutkan ke pura yang lebih besar tingkatannya seperti, semeta, paibon ataupun dadia. Beberapa sarana khas yang digunakan untuk keperluan upacara/ yadnya berupa sandang dan pangan yang berlimpah seperti, seperti endongan bermakna bekal, karena kita hidup harus punya perbekalan seperti ilmu pengetahuan dan bhatin, ada nasi kuning sebagai simbol kesejahteraan, tamyang sebagai penolak bala dan kolem sebagai simbol tempat peristirahatan Tuhan dan para pengiring-Nya.

Rentetan Hari Raya Kuningan, sehari sebelu puncak perayaan, dimulai dengan Hari Raya Penampahan di hari Sukra (Jumat), Wage, wuku Kuningan, di mana para kaum laki-laki/ suami, melakukan pemotongan hewan kurban untuk sarana upacara. Dan sehari setelahnya disebut Manis Kuningan, beberapa desa adat melakukan prosesi ngelawang, yaitu barong (barong bangkung) yang diarak keliling desa, tradisi ini masih sering dilakukan, walaupun sepertinya tujuan ngelawang ini sedikit tergeser dari arti sebenarnya, didominasi oleh anak-anak sekaligus untuk meramaikan suasana upacara dan menjadi tontonan menarik bagi anak-anak, bahkan di tempat-tempat wisata, menjadi hiburan yang menarik bagi wisatawan yang sedang liburan di Bali.

 Baca juga hari raya Hindu lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>