Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

May 02

Istilah Desa Pakraman di Bali

Selain istilah desa Dinas dalam suatu pemerintahan, di Bali dikenal juga istilah Desa Pakraman yang merupakan lembaga tradisional dan dikenal semenjak jaman kerajaan dan keberadaanya dilestarikan dan berkembang baik sampai saat ini, istilah desa pekraman di Bali dikenal juga dengan nama desa Dresta ataupun desa Adat, yang memiliki wilayah ataupun ruang lingkup yang terdiri dari beberapa dusun/ lingkungan/ desa Dinas yang dikepalai oleh kepala Desa. Tapi tidak menutup kemungkinan satu desa Dinas terdiri dari beberapa desa Pakraman. Desa ini merupakan kesatuan dari masyarakat hukum adat di bali yang mana memiliki satu kesatuan tradisi, tata krama pergaulan hidup dan sosial dalam ikatan hukum adat yang berbeda antara antara satu desa dengan desa yang lain.

Upacara Agama Hindu di BaliDesa Pakraman memiliki ikatan turun temurun di Kahyangan Tiga yang terdiri dari Pura Desa, Puseh dan Dalem Setra, memiliki wilayah-wilayah tertentu, aset-aset tanah milik desa, sehingga ada diistilahkan tanah ayah desa (tanah milik desa yang ditempati oleh warga setempat) dan berhak mengurus rumah tangga sendiri. Konsep terbentuknya Desa Pekraman sungguh sangat mulia, tujuannya untuk pemersatu masyarakat Bali, ide ini dicetuskan dan dibentuk oleh Mpu Kuturan di tahun Isaka 932 (1001 masehi) lewat pertemuan yang dikenal dengan nama Samuan Tiga, dan pada saat inilah terbentuk dan berdirinya Desa Pakraman. Dalam perkembangannya setelah penjajahan Belanda, ada istilah desa tradisional yang berkembang menjadi Desa Adat, dan pengertian adat dan pekraman menjadi kabur ada yang masih rancu dan bingung, sehingga pada saat reformasi di tahun 2003, istilah Desa Pekraman dikembalikan eksistensinya dan kembali lagi ke konsep aslinya, sehingga desa Adat, Pekraman dan Dresta itu adalah satu dengan istilah yang berbeda.

Keberadaan Pecalang di BaliHarapan semua masyarakat Bali, dengan adanya desa Pakraman ini menjadikan masyarakat tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang adi luhung secara berkelanjutan dan menjadi pilar yang kokoh untuk mewujudkan Ajeg Bali. Sehingga Bali yang merupakan pulau tujuan wisata Internasional, yang pastinya banyak pengaruh budaya-budaya asing yang masuk dapat memfiltrasi, sehingga Bali ke depan tetap sesuai seperti yang kita harapkan, bersama bergandengan tangan membangun dan mempertahankan nilai budaya Bali.

Desa Pekraman dipimpin oleh Prajuru desa adat, yang berfunsi sebagai berikut;

  • Mengatur hubungan Krama Desa dengan Kahyangan.
  • Mengatur pelaksanaan upacara Panca Yadnya dalam masyarakat setempat.
  • Mengatur hubungan sosial masyarakat antar sesama warga Desa.
  • Mengatur penguasaan/ penggunaan Setra (kuburan adat Bali)
  • Mengurusi aset-aset milik Desa adat seperti tanah, sawah dan barang-barang lainya
  • Menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian masyarakat
  • Menetapkan sanksi-sanksi bagi pelanggaran terhadap hukum Adat sesuai peraturan (awig-awig) yang disepakati bersama.
  • Menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian masyarakat.
  • Memberikan perlindungan hukum bagi Krama Desa
  • Mengikat persatuan dan kesatuan antar sesama Krama Desa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>