Rafting di Bali Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

May 06

Jembatan Tukad Bangkung

Pernah mendengar atau bahkan berkunjung dan melintas di atas Jembatan Tukad Bangkung, tentu ada beberapa hal menarik yang perlu diceritakan. Jembatan terpanjang di Bali dan di klaim yang tertinggi di Asia ini mulai dibangun tahun 2001 dan rampung kemudian diresmikan tahu 2006 oleh Presiden SBY. Jembatan terletak di dusun belok Sidan, desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, dan merupakan wilayah paling ujung dan terjauh dari Badung. Proyek yang menelan biaya cukup besar ini menggunakan kas APBD provinsi Bali. Berdirinya jembatan ini tentunya bisa mempersingkat dan mempermudah perjalanan, yang mulanya berjarak 6 km dengan medan terjal berliku, jalan kecil dengan kondisi jalan yang tidak bagus, bisa dipangkas menjadi 360 meter.

Pemandangan di Jembatan Tukad BangkungJembatan Tukad Bangkung menghubungkan 3 wilayah Kabupaten yaitu Badung, Bangli dan Buleleng, sebuah jalur alternatif yang efektif. Keberadaan jembatan yang sering menjadi buah bibir dan berita dari media cetak dan elektronik, membuat masyarakat antusias untuk bisa melihat langsung keberadaan Jembatan. Jembatan dirancang tanpa menggunakan rangka atap seperti jembatan konvensional jaman dulu, dengan panjang 360 meter, lebar 9,6 meter dan dengan ketinggian 71,14 (pilar yang tertinggi), tahan gempa hingga kekuatan 7 skala Richter. Dengan ketinggian seperti ini bisa dibayangkan bagaimana melihat pemandangan lembah di bawahnya yang masih asri dan hijau, karena terletak di dataran tinggi hawa selalu sejuk dibalut suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk manusia, menciptakan ketenangan hati dan kedamaian pikiran.

Pengunjung di Jembatan Tukad BangkungBangkung dalam bahasa Bali berarti babi betina yang sudah melahirkan dan Tukad artinya sungai, kemudian nama ini diusalkan dan dirubah menjadi jembatan Kerta Giri yang berarti; Kerta artinya Sejahtera dan Giri adalah Gunung. Untuk menuju lokasi dari Denpasar menuju ke arah Utara sekitar 1.15 jam perjalanan, jika melakukan tour bisa untuk kunjungan alternatif setelah mengunjungi objek wisata Sangeh, air terjun nungnung, ataupun rafting di sungai Ayung dari desa Petang, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kintamani, Lovina atau sedikit balik haluan menuju Bedugul.

Baca jugaartikel  objek wisata di Bali lainnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>