Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Jun 12

Museum Gedong Kirtya

Museum Gedong Kirtya terletak di Singaraja, Kabupaten Buleleng – Bali, dirintis oleh seorang warga berkebangsaan Belanda yang bernama L.J.J Caron bertemu dengan tokoh-tokoh penting agama dan raja berdiskusi tentang kekayayaan seni sastra seperti lontar agar tidak punah dan rusak. Didirikan pada Juni 1928 di Singaraja karena pada era tersebut Singaraja menjadi ibu kota dari Sunda Kecil, banyak pedagang-pedagang asing seperti Tionghoa yang singgah dan berkonsentrasi di sini, sehingga tempatnya sangat strategis di komplek sasana budaya yang juga merupakan bagian dari istana Kerajaan Buleleng tepatnya di Jalan Veteran no 20, Singaraja.
Lontar Bali
Di museum ini atau perpustakaan Gedong Kirtya ini terdapat berbagai koleksi munuskrip lontar, prasasti, kertas dalam bahasa atau hurup Bali dan romawi termasuk juga dokumen dalam masa penjajahan Belanda. Singaraja pada jamannya menjadi pusat pemerintahan, menjadikan tempat ini banyak peninggalan-peninggalan bangunan tua saat pendudukan kolonial Belanda, termasuk juga Gedong Kertya yang sampai sekarang masih dijaga kelestariannya, bangunan ini dibangun dengan sentuhan arsitektur khas Bali, yang terdiri dari 4 buah bangunan utama, bangunan-bangunan tersebut berisi buku-buku tua dan lontar, ruang baca, ruang adminitrasi staff dan ruang tempat pameran lontar.
Salah satu ruangan museum
Bagi anda yang suka dengan bangunan bersejarah dan naskah-naskah kuno, coba atur perjalanan tour anda untuk mengunjungi Bali Utara, berbagai alternatif objek wisata bisa dikunjungi seperti Lovina, Gitgit dan pemandian air panas. Di museum Gedong Kirtya ini memiliki sekitar 1750 lontar, juga 7211 judul salinan buku dan sekitar 8490 buku yang berisi tentang agama, sastra Bali, jawa kuno dan lain-lainnya. Tapi sementara sekarang lontar sangat jarang digunakan, peninggala-peninggalan seperti ini disakralkan dan disimpan dengan baik di gedung ini agar tidak cepat rusak.

Baca juga artikel tentang museum di Bali lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>