Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Feb 28

Ngerupuk dan ogoh-ogoh

Sehari menjelang hari Raya Nyepi dinamakan Ngerupuk atau Mabuu-buu ada juga mengatakan Hari Raya Ngesanga, dan saat ini pula bertepatan saat sandikala saat pergantian antara siang dan malan, diadakan upacara mecaru dengan tujuan mengusir dan memberi sesajen/ suguhan  kepada para bhuta untuk kembali ketempat asalnya dan tidak mengganggu kehidupan manusia, setelah selesai upacara mecaru di rumah-rumah dan tingkat desa, kegiatan yang dilakukan saat menjelang pergantian tahun Bali Icaka biasanya sekitar bulan Maret Masehi dan selanjutnya akan dirangkai dengan pawai ogoh-ogoh.

Pawai ogoh-ogoh di Bali

Sebenarnya pawai ogoh-ogoh adalah apresiasi sebuah karya seni yang tidak wajib dilakukan. Pada awalnya pada saat pengrupukan warga Hindu Bali, hanya dengan membawa obor dari bambu dengan minyak tanah atau prakpak yaitu daun kelapa yang sudah kering kemudian dibakar, pada saat sandikala tiba, setelah matahari terbenam bersama keluarga dari lingkungan rumah, dilengkapi dengan bunyi-bunyian seperti kentongan, kaleng bekas, peralatan dapur, pokoknya apa sajalah yang mengeluarkan bunyi/ kegaduhan, membawa bawang merah sambil menggosok-gosokan di sudut-sudut rumah dan pura/ sanggah dan menebarkan nasi tawur, setelah selesai di rumah baru ke jalan-jalan, bergabung dengan warga lainnya.

Upacara agama di BaliBerasal dari pawai obor ini sepertinya warga mulai mengembangkan kreatifitasnya dan ada ogoh-ogoh seperti sekarang ini. Ogoh-ogoh tersebut sebagai simbol daripada bhuta kala, yang sering disimbolkan dengan wajah yang seram, seperti rangda celuluk, kisah pewayangan yang jahat, dan banyak juga pelesetan-pelesatan ogoh-ogoh yang muncul seperi kuruptor, dan bentuk-bentuk lainnya yang unik. Untuk di kawasan wisata saat pawai berlangsung menjadi bahan tontonan menarik bagi wisatawan, selain juga oleh penduduk lokal. Bagaimanapun pelaksanaan dari pada upacara Ngerupuk atau Mabuu-buu ini agar tidak menyimpang dari makna sesungguhnya. Sepertinya jika pada saat hari tersebut anda berencana melakukan perjalanan tour mengisi liburan di Bali, perjalannya diatur agar tidak lewat sandi kala (setelah matahari tenggelam), karena beberapa ruas jalan akan di tutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>