Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Nov 07

Pecalang – Polisi Tradisional Bali

Pecalang atau lebih dikenal dengan polisi tradisional Bali yang bertugas menjaga keamanan dan kenyamanan saat upacara keagamaan bagi agama Hindu, membantu para anggota kepolisian dan mengatur lalu lintas di tempat upacara agama berlangsung, sehingga bisa berjalan lancar. Menjadi pecalang, biasanya dipilih oleh warga setempat, terutama kaum pria muda ataupun tua yang berkelakuan baik dan cerdas, mempunyai sikap persahabatan yang bisa memberikan kesan aman dan nyaman kepada warga sekitar, sehingga bisa memberikan kesan positif kepada pecalang itu sendiri ataupun Bali pada umumnya. Menjadi Pecalang adalah sebuah mulia, petugas keamanan swakarsa ini, tanpa imbalan materi, seperti petugas keaman lainya seperti satpam ataupun polri, tapi mereka diberi keringanan dalam menjalankan tugas sebagai warga, seperti gotong royong dan iuran warga.

Petugas pecalang di Bali

Pecalang berasal dari kata calang atau celang yang berarti waspada dan mawas diri, berhati-hati dalam setiap tindakan, agar tidak menimbulkan kesan negatif. Pada saat tertentu, misalnya saat upacara keagamaan, baik itu saat upacara ngaben, odalan / upacara di pura, acara pernikahan, prosesi melasti pada saat itu untuk menjaga ketertiban lalu lintas selain polisi yang bertugas juga melibatkan pecalang, jalan kadang-kadang ditutup, nah saat itulah pecalang agar bisa memberikan penjelasan dengan ramah dan bersahabat kepada pengguna jalan, agar tidak terkesan arogan dan galak. Pulau ini yang sebagai daerah wisata tentulah keramah-tamahan semua pihak baik warga apalagi pecalang itu sangat perlu.

Pecalang - Polisi tradisional Bali

Pakaian pecalang, menggunakan pakaian adat dengan ciri khas dan agak berbeda dengan kain poleng (hitam-putih atau sejenisnya), dengan keris terselip dipinggang, dan terkadang ada tulisan pecalang di pakaian bagian punggung. Pecalang memang memiliki peranan penting dalam tatanan kehidupan keagamaan di Bali, sering juga difungsikan pada saat-saat event internasional dan upacara keagamaan, pemilu ini tidak terlepas peranan pecalang pada saat terjadi kerusuhan pada pasca pilpres, pecalang melakukan pendekatan persuasif sehingga kerusuhan tidak sampai meluas. Sehingga keberadaan lembaga adat pecalang sampai saat ini masih dihargai dan dihormati oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>