Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Feb 05

Pura Dasar Bhuana Gelgel

Pura Dasar Bhuana terletak di Desa Gelgel, Kecamatan dan Kabupaten Klungkung, hanya 3 km dari kota Semarapura. Lokasi tempat tempat berdirinya Pura Dasar Bhuana, adalah bekas Parahyangan Mpu Ghana yang berasal dari Jawa dan tiba di Bali pada sekitar tahun Isaka 922, hari Senin Keliwon, atau di bulan Pebruari 1000 Masehi, hari Senin Kliwon, wara Kuningan, tanggal 7, sasih Kawolu. Pada zaman pemerintahan raja suami istri Udayana Warmadewa dan Gunapraya Dharmapatni yang memerintah Bali dari tahun Isaka 910-933 (988-1011 M). Mpu Ghana adalah seorang Brahmana dan menganut paham Ghanapatya dan menjalankan ajaran Sukla Brahmacari yang artinya tidak menikah seumur hidup. Dibekas Parahyangan beliau ini kemudian, pada sekitar tahun Isaka 1189 (1267 Masehi) oleh Mpu Dwijaksara dari kerajaan Wilatikta (Majapahit) dibangun sebuah tempat suci atau Pura.

Pura Dasar Bhuana (Bhuwana) adalah merupakan satu Pura Dang Kahyangan Jagat, yang dibangun dengan tujuan menghormati jasa-jasa dari pada guru suci (pandita), yang berkaitan dengan ajaran Rsi Rena dalam ajaran agama Hindu. Begitu pula dengan Pura Dasar Bhuana Gelgel dibangun sebagai penghormatan terhadap Empu Ghana yang memiliki peran penting dalam perkembangan agama Hindu di Bali, beryoga semadi (berparahyangan). Dalam tahap pembangunannya oleh Mpu Dwijaksara yang mendapat kepercayaan dari baginda Raja untuk menyelamatkan dan memelihara Sad Kahyangan di bali, hanya baru “Bebaturan penganggihan” atau Pura Gelgel dan beliau hanya berkenan memelihara taman beliau di Gelgel yang bernama “taman Bhagenda, setelah beliau meninggal, oleh Dalem Gelgel saat Sri Soma Kapakisan (anak dari Sri Kresna Kepakisan) dinobatkan di sekitar Isaka 1302 (1380M) dijadikan salah satu Pura Kerajaan dengan nama Pura Dasar Bhuana Gelgel.

Pura Dasar Bhuana Gelgel

Di dalam Pura lalu dibangun penyungsungan pusat Tri Warga yaitu Warga Satrya dalem, warga Pasek dan warga Pande, kemudian pada tahun Isaka 1411 (1489 M) datang Danghyang Nirartha dan di komplek Pura Dasa Bhuana Gelgel dibangun lagi bangunan suci sebagai penyungsungan prati Santana dari Dang Hyang Nirartha yaitu Warga Brahmana Siwa, maka sejak itu di dalam komplek pura yang sebelumnya sebagai penyungsungan Tri Warga menjadi penyungsungan Catur Warga dengan urutan letak penyungsungan dari Utara ke Selatan; yang paling Utara untuk waraga Pasek (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi), kemudian warga satrya Dalem, warga Brahmana Siwa dan yang paling terakhir di sebelah Selatan Warga Pande (Maha Semaya warga Pande). Dengan banyaknya soroh yang ada di dalamnya, diyakini Pura Dasar Bhuana merupakan pemersatu jagat dengan konsep bersatunya semua klan yang ada di Bali dengan konsep ”kaula gusti menunggal”. Pura yang dibangun di atas areal cukup luas itu, juga menjadi panyungsungan Subak Gde Suwecapura. Di antaranya Subak Pegatepan,Kacang Dawa, Toya Ehe dan Toya Cawu. tidak ada lagi istilah perbedaan trah, Pande, Pasek atau Satria Dalem, semuanya sama, tapi mereka kebanyakan dari warga Pasek, sehingga timbul opini yang kurang tepat dalam masyarakatBali yang menganggap Pura Dasar bhuana merupakan penyungsungan warga Pasek saja.

Pura Dasar Bhuana memiliki tiga mandala; Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala, di bagian Nisat mandala tumbuh beringin besar sebagai perindang. Pura kelihatan begitu asri, tidak jarang para pelancong asing yang sedang liburan di Bali, menyempatkan berkunjung di sela-sela perjalanan tour mereka untuk menyaksikan objek wisata sejarah ini. Pujawali atau piodalan di Pura Dasar Bhuana Gelgel setiap 210 hari yaitu pada Senin Kliwon, wara Kuningan bertepatan dengan tibanya Mpu Ghana di Bali.

Untuk pengetahui informasi tentang Pura lainnya yang ada di Bali kunjungi; Pura di Bali

CARI HOTEL MURAH DI BALI – INDONESIA

Masukkan kota tujuan dan dapatkan penawaran-penawaran menarik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>