Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

↑ Return to Pura di Bali

Pura Uluwatu

Ojek wisata Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang terletak di Kabupaten Badung, di Kecamatan Kuta, Desa Pecatu. Terletak di Ujung Barat Daya Pulau Bali. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha.

Pura sendiri berdiri kokoh di atas dan di Ujung tebing yang sangat curam setinngi 97 meter, kelihatan bertengger diatas tebing menonjol ke lautan, pemandangan laut lepas yang sangat indah. Disekitar pura ada hutan kecil yang dihuni ratusa kera, bagi pengunjung agar menjaga barang-barang bawaanya karena kera di sini suka usil. Sebagai Objek wisata, daerah areal Pura ditunjang dengan fasilitas-fasuilitas untuk wisatawan. Setiap sorenya menjelang matahari terbenam dapat disaksikan tarian Kecak, dengan latar belakang sunset yang sangat indah.

Pura UluwatuMenurut sejarah adanya Pura Uluwatu,bahwa seorang pendeta Hindu yang berasal dari Jawa yang bernama Empu Kuturan adalah orang yang pertama kali menemukan dan membangun pura di tempat ini. Ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling P. Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga). Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Untuk mengetahui informasi tentang Pura lainnya yang ada di Bali kunjungi; Pura di Bali


Lihat Peta Lebih Besar



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>