Rafting Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Jan 07

Pura Ponjok Batu

Pura Ponjok Batu adalah salah satu pura Dang Kahyangan atau penyungsungan jagat di Bali, terletak di jalan raya Air Sanih – Tejakula, tepatnya di dusun Alas Sari, desa Julah, Kecamatan Tejakula Buleleng, sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan atau sekitar 24 km dari pusat kota Singaraja, kalau dari Denpasar sekitar 105km, akses ke lokasi sangat mudah. Sebagai penyungsungan masyarakat Hindu di Bali setiap acara piodalan selalu padat dikunjungi oleh umat/ pemedek yang ingin melakukan persembahyangan baik itu dari Buleleng, penduduk setempat ataupun di luar wilayah Singaraja.

Pura Ponjok Batu

Pura Ponjok Batu selain sebagai tempat melakukan ritual, juga memiliki pemandangan yang indah, posisinya di pinggir pantai, kelihatan begitu agung dan indah, berdiri kokoh ditengah gelombak ombak laut Jawa yang tenang. Nama Ponjok Batu diambil dari kata Tanjung Batu, yang memanag tempat ini merupakan sebuah tanjung yang terdiri dari bebatuan dan pohon kamboja yang begitu asri. Bagunan pura terlihat begitu kokoh karena bangunannya terbuat dari batu alam, sehingga cukup menarik minat wisatawan, untuk berkunjung ke sini. Wisatawan yang berkunjung dalam perjalanan tour ke Pura Ponjok Batu dengan tujuan menyaksikan keindahan dan keragaman budaya Bali seperti wisatawan yang menginap di kawasan Lovina, Kubu, Tulamben dan Amed, karena dari kawasan wisata ini lebih terjangkau.

Pura Ponjok Batu Buleleng

Berdirinya Pura Ponjok Batu tidak lepas dari keberadaan dan perjalanan spiritual Danghyang Nirartha (Pendeta Sakti Wawu Rawuh) pada abad ke-15, pada jaman pemerintahan Dalem Waturenggong di Kerajaan Gelgel. Pendeta/ Ida Pedanda tiba di bali dan menetap di Gelgel,kemudian beliau pergi ke pantai Utara dan membuat tanjung di sekitar beliau berdiri, tanjung ini terdiri dari bebatuan. Beliau melihat perahu terdampar, kemudian menolongnya dan akhirnya ikut berlayar berama perahu yang ditolongnya ke Lombok. Batu-batu yang ditinggalkan ini mengeluarkan sinar dan muncul beberapa sumber mata air ditempat ini. Sehingga dibangunlah bangunan suci berbentuk Sanggar Agung dan lingkungan Kahyangan dinamakan Pura Pojok Batu.

Saat perbaikan di pura tahun 1995 ditemukan Sarkopagus (peti mayat) dari bahan batu cadas, dimana penggunaan sarkopagus ini berlangsung pada zaman perundagian di bali yaitu pada tahun 2500-3000 SM, berarti pada saat itu penduduk Bali terdapat budaya, menyemayamkan orang-orang yang dihormati dan dianngap penting dalam peti jenazah yang dinamakan sarkopagus/ sarkopah.

Untuk pengetahui informasi tentang Pura lainnya yang ada di Bali kunjungi; Pura di Bali.

CARI HOTEL MURAH DI BALI – INDONESIA

Masukkan kota tujuan dan dapatkan penawaran-penawaran menarik.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>