Rafting di Bali Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Nov 16

Rumah Adat Tradisional Bali

Masyarakat Bali sangat mendukung adat dan tradisi warisan leluhurnya. sehingga terkenal dengan budaya unik dan berbagai hasil seni yang indah, sehingga menetapkan kawasan ini menjadi pulau tujuan wisata yang terfavorit. Seperti arsitektur rumah adat tradisional yang mayoritas pemeluk agama hindu, bangunan-bangunan yang ada sekarang ini paling tidak ada ornamen khas Bali dan ada parahyangan atau tempat suci pura keluarga, tentu mempertimbangkan tempat dan kemampuan seseorang. Kalau rumah adat tradisional secara utuh dibangun dengan aturan yang namanya Asta Kosala Kosali seperti layaknya Feng Shui dalam Budaya China, Secara umum sudut utara-timur adalah tempat yang suci, digunakan sebagai tempat suci, sedangkan sudut barat-selatan merupakan sudut yang lebih rendah dalam tata ruang rumah, merupakan arah masuk ke hunian atau untuk bangunan lain seperti kamar mandi dan lain-lain.

tata ruang bangunan tradisional Bali

Pembangungan Rumah adat tradisonal ini yang mennerapkan aturan kosala-kosali ini, perlu tempat yang relatif lebih luas, bangunan-bangunan dalam arsitektur rumah adat tersebut terdiri dari Seperti bale daja (bagian Utara) untuk ruang tidur dan menerima tamu penting, bale dauh (bagian Barat) untuk ruang tidur dan menerima tamu dari kalangan biasa, bale dangin (bagian Timur) untuk upacara, dapur untuk memasak, jineng untuk lumbung padi, dan tempat suci untuk pemujaan. Ada tiga aspek yang harus di terapkan di dalam pembangunan rumah adat ini, aspek pawongan (manusia / penghuni rumah), pelemahan ( lokasi /lingkungan) dan yang terahir parahyangan. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia, lingkungan dan Tuhan akan tercapai kedinamisan dalam hidup. Hubungan ketiga aspek ini disebut dengan Tri Hita Karana.

Bentuk bangunan tradisional Bali

Perwujudan fisik rumah adat di Bali ini muncul di masing-masing wilayah di pulau Dewata tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keadaan geografi, budaya, adat-istiadat, sosial ekonomi masyarakat dan perkembangan jaman sekarang ini. Proses pembangunan rumah diawali dengan nyikut katang / pengukuran tapak, peletakan batu pertama, semua diawali dan diakhiri dengan beberapa ritual, sehingga bangunan itu punya taksu dan muncul aura positif. Dalam perkembangannya Arsitektur Tradisional mengalami perkembangan dan pergeseran fungsi yang berpengaruh pada bentuk, struktur, konstruksi, bahan dan cerminan sosial pemiliknya. Konsep pembangunan rumah ini sekarang agak susah terwujud, dengan mahalnya dan meroketnya harga properti, apalagi di daerah perkotaan yang mengandalkan KPR.

Rumah tradisional ini yang menerapkan konsep pembangunan sesuai Asta Kosala kosali, tidak jarang menjadi objek wisata menarik bagi wisatawan asing yang kebetulan dalam perjalanan tour ataupun saat sewa mobil keliling pulau ini, karena memang kelihatan indah dan serasi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>