Rafting di Bali Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Jul 19

Sarana Persembahyangan Hindu

Jika anda wisatawan saat-saat tertentu di ajak oleh pemandu tour atau supir anda mengunjungi objek wisata dengan tujuan pura, dan sangat memungkinkan anda akan menemukan sarana persembahyangan yang digunakan oleh warga agama Hindu, sarana itu berfariasi, tapi yang pasti dan mutlak harus ada dan kasat mata terlihat mereka menggunakan sarana bunga, ya benar..bunga adalah salah satu bahan dasar pembuatan sarana persembahyangan, dan sarana-sarana dasar lainnya adalah kwangen, dupa, tirtha dan bija. Tapi ada juga yang melengkapinya dengan beraneka macam buah dan kue, ini adalah wujud terima kasih dan bakti umat kepada Tuhannya dan tergantung kemampuan finansial umat dan ini salah bentuk dalam pelaksanaan yadnya.

Canang SariDalam agama Hindu, kalau sarana persembahyangan tidak lengkap, kwangen bisa diganti dengan bunga, berbagai jenis bunga bisa dipakai untuk sarana persembahyangan, yang paling sering digunakan adalah bunga pacah, kamboja, kenanga dan berbagai bunga lainnya yang layak dan sesuai tuntunan untuk sarana persembahyangan. Dupa, merupakan perlambang dewa Agni atau Tuhan sebagai manifestasinya sebagai dewa Api, yang berfunsi sebagai saksi dalam persembahyangan dan juga berfungsi sebagai sarana untuk mengarahkan pikiran kita agar lebih khusuk dalam bersembahyang. Kwangen merupakan lambang Ongkara (simbol Tuhan) bentuknya seperti krucut melambangkan ketajaman pikiran. Tirtha adalah air suci, dipercikkan kepada umat setelah selesai persembahyangan, sebagai simbol penyucian lahir dan bathin, tirtha juga adalah air kehidupan dari Ida Sang Hyang Widi. Sedangkan Bija merupakan lambang dan benih kehidupan dari Tuhan dan diharapkan bisa mengembangkan benih-benih kebaikan dalam kehidupan.

Kwangen

Sarana persembahyangan paling dasar adalah dalam bentuk canang sari, kalau kebetulan anda jalan-jalan, sepanjang perjalanan anda menemukan canang sari dengan perlengkapan dupa yang masih menyala, sebisa mungkinlah tidak menginjaknya, tapi kalau tidak sengaja tidak apa-apa.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>