Rafting di Bali Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Nov 19

Tradisi Upacara Bukakak

Upacara Bukakak, salah satu budaya dan tradisi unik yang hanya ada di Bali Utara, tepatnya di desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Begitu banyaknya  budaya warisa leluhur yang masih terjaga dengan baik di Bali. Tujuan dari Upacara Bukakak ini untuk melakukan permohonan kepada Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan agar diberikan kesuburan kepada tanah-tanah pertanian mereka supaya hasil panennya berlimpah ruah. Tradisi ini hanya dilakukan di daerah Singaraja, jika kebetulan anda sedang wisata di Bali dan melakukan perjalanan tour ke daerah Bali Utara seperti Lovina anda bisa menyaksikan prosesi upacara ini pada bulan April kalender Jawa atau bulan punama sasih kedasa menurut kalender Bali.

Ngusaba Bukakak di Buleleng

Pengertian bukakak adalah babi guling yang dibikin matang hanya bagian dada saja, upacara ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu dan masih terperihara hinggga sekarang, pada mulanya upacara ini  dilakukan 1 tahun sekali, namun karena terkendala biaya, akhirnya upacara ini dilakukan setiap 2 tahun sekali. Prosesi ini mengarak bukakak dengan segala perlengkapan upacaranya diiringi dengan gamelan Tik Nong, yang diyakini tempat berstana dewi kesuburan, perjalanan arak-arakan ini lumayan jauh,  mengelilingi persawahan, dan kemudian menuju sebuah Pura desa tempat berstana Dewi Sri/ dewi kesuburan. Pengusung bukakak sendiri dibagi menjadi 2 kelompok, untuk pengusung bukakak harus sudah dewasa/ menikah dan pengusung sarat alit para remaja.

Prosesi upacara bukakak

Keanehan muncul saat upacara bukakak berlangsung, setelah diperciki air suci para pengusung bukakak seperti dirasuki kekuatan yang melebihi kekuatan manusia normal, para pengusung bukakak ini mengaum, sepertinya kemasukan roh dan tidak lazim.

Persiapan yang dilakukan dalam upacara Ngusaba Bukakak ini,

  • Pembersihan upacara perlengkapan
  • Membuat Dangsil bersegi empat, dari pohon pinang, dengan rangkaian bambu dihiasi dengan daun enau tua dirangkai dengan bambu, dihiasi daun enau tua, dibuat bertingkat yang melambangkan Tri Murti (Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa)
  • Mengadakan upacara Ngusaba di pura yang terdapat di desa setempat
  • Upacara Gedenin di pura Subak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>