Rafting di Bali Rp 270.000 | Odyssey Submarine Rp 550.000 | Fast boat ke Gili Rp 400.000 : BOOK 081916533222

«

»

Dec 08

Upacara Pernikahan adat Bali

Pernikahan dalam agama Hindu erat kaitannya dengan upacara Pawiwahan. Di Bali pada umumnya dalam tata cara perkawinan adat memberlakukan sistem Patriarki dimana kedudukan kaum pria, lebih mengendalikan dan memiliki otoritas terhadap kontrol kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Dalam prosesnya keluarga laki-laki melakukan pinangan ke rumah calon mempelai wanita dan dalam pelaksanan upacara perkawinan dilakukan di rumah mempelai pria, semua biaya dalam upacara menjadi tanggung jawab mempelai pria. Semua harus dipersiapkan dengan matang terutama hari Baik, dengan minta petunjuk dari Pendeta, atau yang paham dengan Dewasa (ilmu tentang wariga), ada berbagai sumber seperti macam lontar yang berisi petunjuk tentang yadnya (upacara) seperti Dewa Tatwa, Sundarigama dan Wrhaspatikalpa, dan yang berisi tentang Wariga untuk menentukan hari baik diantaranya Purwaka Wariga, Wariga Gemet dan Wariga Krimping.

Lukisan pernikahan adat Bali

Dalam kehidupan,dalam ajaran agama Hindhu ada 4 tingkatan kehidupan yang ideal harus dijalani setiap orang, 4 hal tersebut dinamakan Catur Asrama, yaitu;  Brahmacari, Grhastha, Vanaprastha, dan Bhiksuka. Brahmacari Asrama jenjang untuk menuntut ilimu atau masa belajar, Grahasta Asrama jenjang perkawinan, Vanaprasta adalah masa pensiun dan Bhisuka masa menjalani kehidupan suci. Nah masa-masa yang sedang kita bicarakan adalah pada tingkatan Grhastha Asrama, adalah masa untuk bisa hidup mandiri dan benar-benar dewasa untuk mengarungi bahtera kehidupan, sehingga harus benar-benar dipersiapkan dengan matang.

Prosesi pernikahan di Bali

Berbagai tahapan rangkaian upacara yang dilakukan saat pernikahan, yaitu; Upacara Ngekeb – mempelai wanita dilarang keluar kamar sampai mempelai pria datang, Mungkah Lawang – penjemputan pengantin perempuan dan agar dibukakan pintu, Upacara Mesegehagung – upacara selamat datang kepada pengantin perempuan,  Madengen–dengen – bertujuan agar dibersihkan dari hal-hal yang bersifat negatif, Mewidhi Widana – puncak upcara dengan tujuan pembersihan diri dan penyempurnaan pernikahan adat Bali, Mejauman Ngabe Tipat Bantal – adalah acara penjamuan atau menerima tamu dari keluarga laki – laki di rumah mempelai wanita dengan tujuan untuk pamitan kepada orang tua, sanak keluarga dan kepada leluhurnya

Secara garis besarnya upacara pernikahan adat Bali ini dilaksanakan, sebagai upcara persaksian kehadapan Ida Sang Hyang Widi dan keada masyarakat bahwa kedua belah pihak telah mengikatkan diri sebagai pasangan suami-istri yang sah, dan memohon agar bisa membentuk keluarga bahagia dengan jalianan ikatan batin hingga akhir usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>