Pernikahan dalam agama Hindu erat kaitannya dengan upacara Pawiwahan. Di Bali pada umumnya dalam tata cara perkawinan adat memberlakukan sistem Patriarki dimana kedudukan kaum pria, lebih mengendalikan dan memiliki otoritas terhadap kontrol kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Dalam prosesnya keluarga laki-laki melakukan pinangan ke rumah calon mempelai wanita dan dalam pelaksanan upacara perkawinan dilakukan di rumah mempelai pria, semua biaya dalam upacara menjadi tanggung jawab mempelai pria. Semua harus dipersiapkan dengan matang terutama hari Baik, dengan minta petunjuk dari Pendeta, atau yang paham dengan Dewasa (ilmu tentang wariga), di Bali ada berbagai macam lontar yang berisi petunjuk tentang yadnya (upacara) seperti Dewa Tatwa, Sundarigama dan Wrhaspatikalpa, dan yang berisi tentang Wariga untuk menentukan hari baik diantaranya Purwaka Wariga, Wariga Gemet dan Wariga Krimping.
Dalam kehidupan,dalam ajaran agama Hindhu ada 4 tingkatan kehidupan yang ideal harus dijalani setiap orang, 4 hal tersebut dinamakan Catur Asrama, yaitu; Brahmacari, Grhastha, Vanaprastha, dan Bhiksuka. Brahmacari Asrama jenjang untuk menuntut ilimu atau masa belajar, Grahasta Asrama jenjang perkawinan, Vanaprasta adalah masa pensiun dan Bhisuka masa menjalani kehidupan suci. Nah masa-masa yang sedang kita bicarakan adalah pada tingkatan Grhastha Asrama, adalah masa untuk bisa hidup mandiri dan benar-benar dewasa untuk mengarungi bahtera kehidupan, sehingga harus benar-benar dipersiapkan dengan matang.
Berbagai tahapan rangkaian upacara yang dilakukan saat pernikahan, yaitu; Upacara Ngekeb – mempelai wanita dilarang keluar kamar sampai mempelai pria datang, Mungkah Lawang – penjemputan pengantin perempuan dan agar dibukakan pintu, Upacara Mesegehagung – upacara selamat datang kepada pengantin perempuan, Madengen–dengen – bertujuan agar dibersihkan dari hal-hal yang bersifat negatif, Mewidhi Widana – puncak upcara dengan tujuan pembersihan diri dan penyempurnaan pernikahan adat Bali, Mejauman Ngabe Tipat Bantal – adalah acara penjamuan atau menerima tamu dari keluarga laki – laki di rumah mempelai wanita dengan tujuan untuk pamitan kepada orang tua, sanak keluarga dan kepada leluhurnya
Secara garis besarnya upacara pernikahan adat Bali ini dilaksanakan, sebagai upcara persaksian kehadapan Ida Sang Hyang Widi dan keada masyarakat bahwa kedua belah pihak telah mengikatkan diri sebagai pasangan suami-istri yang sah, dan memohon agar bisa membentuk keluarga bahagia dengan jalianan ikatan batin hingga akhir usia.
KONTAK KAMI:
BALI TOURS CLUB
E-mail: info(at)balitoursclub.com
HP/SMS: 081 916 533 222 (Reservasi 24 jam)
Ph. 0361.8709363 (office hour)
PIN BB: 21497DE9
YM: balitoursclub
AKTIFITAS WISATA DI BALI TOURS CLUB
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| Bedugul – Tanah Lot tour. Rp 200.000 | Dreamland – Uluwatu Tour. Rp 200.000 | Kintamani – Ubud Tour. Rp 200.000 | Besakih-Goa lawah Tour. Rp 225.000 |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| Lovina – Gitgit tour. Rp 225.000 | Bedugul – Jatiluwih tour. Rp 200.000 | Kintamani – Monkey forest. Rp 200.000 | Uluwatu – Kecak tour. Rp 200.000 |
TERSEDIA VOUCHER WISATA DI BALI TOURS CLUB


























